WAKIL BUPATI MTB, MENGANTISIPASI KELANGKAAN BERAS DI SAUMLAKI


Wakil Bupati Maluku Tenggara Barat Agustinus Utuwaly setelah ditemui di ruang kerjanya Kamis pagi (08/03) mengatakan, setelah menerima informasi bahwa terjadi kelangkaan beras di Kota Saumlaki, pihaknya segera melakukan pengecekan di lapangan untuk memastikan kebenaran kelangkaan beras tersebut.

Saumlaki, Dalam rangka mengantisipasi kelangkaan beras di Saumlaki pada awal bulan Maret 2018, Pemerintah Daerah segera mengambil langkah bijak melakukan pengecekan di lapangan untuk memastikan kebenaran kelangkaan beras tersebut.

Wakil Bupati Maluku Tenggara Barat Agustinus Utuwaly setelah ditemui di ruang kerjanya Kamis pagi (08/03) mengatakan, setelah menerima informasi bahwa terjadi kelangkaan beras di Kota Saumlaki, pihaknya segera melakukan pengecekan di lapangan untuk memastikan kebenaran kelangkaan beras tersebut.

“15 menit yang lalu saya undang Pak Sekda, Asisten II dengan Sekretaris Dinas Perdagangan Kabupaten Maluku Tenggara Barat untuk kita bicara soal ini, dan laporan dari Pak Asisten II dan Sekretaris Dinas Perdagangan bahwa memang benar terjadi kelangkaan beras karena ada 3 gudang dari distributor besar di Saumlaki memang kosong, lalu setelah dicek di pengecer, sebagian memang kosong tetapi sebagian masih ada beras. Dengan demikian maka Pemerintah Daerah sendiri segera mengambil antisipasi dan mengecek ketersediaan stock beras. Jadi dari Dinas Perdagangan telah melakukan pendekatan dengan pihak distributor termasuk Toko Sinarmas bahwa memang mereka punya kapal-kapal yang mensuplay beras sudah dalam perjalanan ke sini, tetapi diperkirakan paling cepat 10 hari. Itupun kalau kondisi alam bersahabat dan tidak ada kendala di lapangan, 10 hari beras sudah tiba di Saumlaki.

Namun sebagai Pimpinan Daerah, kami tidak tinggal diam dan menunggu kalaupun misalnya terjadi kecelakaan atau musibah maka masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara Barat akan kesulitan terutama masyarakat di Saumlaki, karena itu saya minta Pak Sekda, Pak Asisten II dan Ibu Sekretaris Dinas Perdagangan (karena Kepala Dinas di luar daerah), hal ini segera diantisipasi dengan menghubungi di Kabupaten Maluku Tenggara di Tual dan di Kota Ambon untuk mensuplay beras ke sini (Saumlaki-red) dan Dinas Ketahanan Pangan tetap kita cek stock berasnya sehingga kalau sekiranya benar terjadi kerawanan pangan di kota Saumlaki, (dalam hal ini kekurangan beras-red) maka kita mengeluarkan stock beras dari Dinas Ketahanan Pangan untuk membantu sementara menunggu 10 hari.” Ujar Wakil Bupati

Menjawab pertanyaan bagaimana sikap Pemerintah Daerah jika terjadi harga beras yang meroket sebagai penyebab dari kelangkaan beras tersebut Wakil Bupati mengatakan, Pemerintah Daerah hari ini juga akan melakukan pertemuan bersama pihak-pihak terkait untuk mengantispasi kenaikan harga tersebut. “justru disinyalir bahwa karena kenaikan harga ini sehingga para suplier itu sendiri enggan untuk memasukan beras ke Saumlaki, sebab nanti akan dinilai bahwa suplier itu main harga, untuk mengantispasi hal itu maka siang ini saya akan meluangkan waktu untuk rapat bersama mereka, saya sudah minta Asisten II untuk segera melayangkan surat undangan kepada suplier atau distributor termasuk ke pihak-pihak terkait seperti pihak PT. Pelni, Kesyahbandaran yang ada di Saumlaki untuk melakukan pertemuan dengan Pemerintah Daerah untuk mengantipasi hal itu, sekiranya ada keterlambatan kapal dari pengusaha masuk ke sini, maka kapal-kapal milik pihak PT. Pelni dan Syahbandar akan kita segera manfaatkan untuk mensuplay berapa puluh ton beras ke Saumlaki dulu sambil menunggu suplay beras dari distributor.”harap Wakil Bupati.

Sehubungan dengan kelangkaan beras tersebut, Wakil Bupati minta masyarakat tidak boleh panik, karena pemerintah akan mencari solusi untuk mengantisipasi permasalahan kelangkaan beras di Kabupaten Maluku Tenggara Barat saat ini. (KOMINFO)


Share post ini: