Yohana Yembise Deklarasi Kabupaten Layak Anak di Tanimbar


Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI - Yohana Yembise : “Luar biasa saya bisa bertemu dengan anak-anak dan orang tua di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.”

Saumlaki, Rangkaian kegiatan kunjungan kerja Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (PPPA) selama 3 hari di Kabupaten Kepulauan Tanimbar diakhir dengan Kegiatan Deklarasi Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA).

“Luar biasa saya bisa bertemu dengan anak-anak dan orang tua di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.” Kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Yohana Yembise di Lapangan Mandriak Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Rabu (28/8/2019).

Lanjutnya, “Pada hari ini saya akan melaunching bersama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat di Kepulauan Tanimbar menuju Kabupaten Layak Anak.” Katanya.

Menurut Yembise, ada 24 indikator yang harus dipenuhi oleh KKT untuk mencapai KLA dan hal tersebut bukan saja dilakukan oleh bupati, namun memerlukan koordinasi dan kerjasama dari organisasi-organisasi masyarakat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk tokoh- tokoh adat, tokoh agama,  tokoh masyarakat, akademisi dan seluruh masyarakat yang ada di Kepulauan Tanimbar.

Yembise menambahkan, sudah saatnya tidak ada kekerasan terhadap anak-anak karena sudah ada undang-undang perlindungan anak. Komitmen yang dibangun melalui kegiatan launching sekolah ramah dimaksudkan untuk menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman bagi anak-anak dalam mengejar cita-cita.

“Kita sudah launching bersama sekolah ramah anak sehingga tidak boleh ada kekerasan. Tidak boleh ada guru-guru atau orang tua yang memukul anak-anaknya di sekolah. Kalau sampai ada anak yang terluka bisa dikenakan hukuman penjara selama 5 tahun penjara.” Tegasnya.

Masa depan ada di tangan anak-anak oleh karena itu kita dapat menyiapkan anak-anak kita sebagai penerus cita-cita bangsa dan negaara untuk memimpin bangsa kita ke depan.

Adapun indikator yang perlu diperhatikan untuk menuju KLA diantaranya, harus ada akta kelahiran, anak-anak dalam keluarga harus mendapat perhatian khusus, tidak boleh ada perkawinan anak di bawah umur, serta kesehatan anak harus diperhatikan.

“Banyak kabupaten/kota ataupun propinsi yang menerima penghargaan, namun belum ada yang dinyatakan layak anak.” Kata Yohana.

Yembise berharap agar ke depan, pada tahun-tahun yang akan datang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar dapat memperoleh penghargaan yang di awali dengan penghargaan tingkat Pratama, kemudian menjadi Madya dan setelah itu menjadi Utama.

“Itu baru di katakan sebagai layak anak.” Kata wanita asli Papua tersebut.

Lanjutnya, “Kami semua kementerian akan mendampingi terus kabupaten ini sehingga dapat menjadi layak anak.” Pungasnya.


Share post ini: